komaka

Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

GERAKAN MAHASISWA PADA ZAMAN ORDE LAMA ( REZIM SOEKARNO )

| Selasa, 02 Agustus 2011




          
               Bila kita berbicara mengenai gerakan mahasiswa sangatlah menarik, karena bila kita liat dari perspektif sejarahnya yang di mana, dari zaman ke zaman berhasil dapat menumbangkan, mematikan, dan sebagainya rezim yang melakukan penindasan terhadap rakyat, seperti : rezim soekarno ( orde lama ), rezim soeharto ( orde baru ), serta gerakan mahasiswa ini lebih bersifat sebagai perpanjangan aspiratif masyarakat yang kurang beruntung. Bukti real bahwa gerakan mahasiswa ini memang ada, dan bisa dibilang hampir tidak pernah absen didalam menanggapi penindasan – penindasan yang dilakukan oleh para elite terhadap rakyat seperti, mengeluarkan kebijakannya dan keputusannya tidak memihak terhadap rakyat atau tidak aspiratif terhadap keinginan, kebutuhan, dan lain – lain yang diingini oleh rakyat tersebut, banyak artikel – artikel yang memuat mengenai gerakan mahasiswa, banyak teori – teori mengenai gerakan mahasiswa itu sendiri juga, sehingga banyak pemahaman – pemahaman mengenai gerakan mahasiswa. Mengenai wacana gerakan mahasiswa ini sendiri, sudah sejak lama menjadi pokok bahan pembicaraan dan diskusi oleh kaum – kaum intelektual baik didalam Indonesia ataupun diluar Indonesia. 

Sangat banyak sekali pendapat – pendapat, teori – teori, buku – buku, pemahaman – pemahaman mengenai apa itu mahasiswa ? apa itu gerakan mahasiswa ? apa peranan gerakan mahasiswa didalam negara ? seberapa pentingnya peranan gerakan mahasiswa didalam sebuah negara ? orientasi nilai – nilai apa yang terdapat didalam sebuah gerakan mahasiswa ? dan masih banyak lagi. Disini saya ingin mencoba menulis mengenai gerakan mahasiswa di zaman orde lama ( rezim soekarno ) berdasarkan data – data yang saya miliki serta pemahaman saya mengenai gerakan mahasiswa ketika pada waktu zaman orde lama ( rezim soekarno ). Menurut hemat saya, kita harus memahami terlebih dahulu apa itu mahasiswa ? lalu kemudian kita bisa mengkaji lebih dalam lagi. Karena itu merupakan sebagai pijakan awal, misalnya saja kita ingin memenuhi kebutuhan kita seperti minum, kita ingin minum akan tetapi air yang kita ingin minum tidak ada, lantas bagaimana kita minum. Dalam artian, sama halnya dengan ingin menulis atau memahami gerakan mahasiswa ( khususnya pada zaman orde lama, seperti apa yang diangkat menjadi tema dan judul tulisan ini ).

Mahasiswa Bukan Sekedar Identitas

| Jumat, 15 Juli 2011

Oleh : Peni Wahyudi

Mahasiswa merupakan bagian kecil dari masyarakat yang di golongkan sebagai kaum intelektual dan mempunyai fungsi intelektual seperti yang dikatakan Antonio Gramsci. Selections from prison note books.” Semua manusia adalah intelektual, tetapi tidak semua orang dalam masyarakat memiliki fungsi intelektual”. Karena Mahasiswa merupakan orang yang mempunyai kemampuan lebih dibidang ilmu dan Mahasiswa sendiri orang yang terbebas dari ikatan apapun untuk melakukan hal dan sesuatu bahkan mengungkapkan sesuatu atas kesadarannya.Seperti dikatakan Edward w.said dalam buku Peran Intelektual.”intelektual adalah orang yang pintar mengatakan hal-hal Oposisional sedemikian rupa hingga in gets away with it. karena ia betul-betul menguasai seni bicara dan dilain pihak tidak langsung tergantung dari seorang atasan yang berhak menentukan apa yang boleh dikatakan, ia dapat mengatakan hal-hal yang tidak berani oleh kaum politis”. Sedangkan petikan dari teks ceramah Bapak Pramoedya anatatoer di Universitas Indonesia (Jakarta) atas undangan Senat Mahasiswa UI. “Kata Sahibul Hikayat yang dimaksudkan dengan kaum intelektual adalah kaum yang menempatkan nalar (pertimbangan akal) sebagai kemampuan pertama yang diutamakan, yang melihat tujuan akhir upaya manusia dalam memahami kebenarannya dengan penalarannya”.

Jadi Intelektual menurut saya sendiri orang yang mengetahui sesuatu hal, buruk maupun baik, dan menyadari apa yang sesungguhnya terjadi, dan mempunyai kemampuan lebih dibidang keilmuan dan mampu berbicara dengan lantang tentang apa yang terjadi dan diketahui karna intelektual sendiri pihak yang tidak langsung terkena dampak tentang sesuatu hal yang terjadi atau atas kesadarannyaa atau didak terkena dampak langsung. Maka saya berpendapat bahwa Mahasiswa tergolong kaum intelektual dan mahasiswa harus menyadari bahwa mereka mempunyai peran sebagai kaum intelektual baik guna perubahan bangsa maupun lingkungan sosial.

Mahasiswa yang Lupa Perannya

| Kamis, 14 Juli 2011
 

Oleh: Sutrisno saputra 

Pada zaman sekarang yang teknologi yang bisa dikatakan sudah maju ini, kehidupan mahasiswa sudah dimajakan oleh teknologi yang sudah maju tersebut sehingga melupakan peran-peran mahasiswa atau bisa didibilang sudah melupakan arti penting dari mahasiswa itu sendiri. Mereka biasa bilang bahwa “aku adalah mahasiswa” tapi mereka tidak tahu arti dari apa yang dia ucapkan dan peran mahasiswa itu sendiri karena sudah dimajakan oleh tekhnologi yang sudah maju pada zaman sekarang.

kehidupan mahasiswa sekarang
Mengapa saya bisa bilang kalau mahasiswa pada zaman sekarang ini sudah melupakan arti dan peran mahasiswa itu sendiri?  Coba kita lihat kehidupan mahasiswa zaman sekarang yang pada umumnya sudah banyak yang bersifat apatis , hedonis, dan hanya study oriented saja. mereka hanya pergi kuliah terus pulang pergi kuliah terus pulang lagi dan jika sudah malam mereka berpesta pora di cafĂ©, tempat nongkrong, atau pergi dugem. Mereka sudah tidak lagi menjalankan peran mereka sebagai mahasiswa yang dikatakan sebagai kaum menengah atau kaum penghubung (kongjungtur) antara kaum elit  dengan kaum proletar (tertindas).

 

Copyright © 2010 Komaka